Lampung

Ketum DPP PWDPI M. Nurullah RS: Kode Etik Jurnalistik Jadi Fondasi Menghadirkan Informasi yang Akurat dan Berperan Positif bagi Masyarakat

Bandar Lampung – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), M. Nurullah RS, menegaskan bahwa kode etik jurnalistik merupakan dasar penting bagi setiap insan pers dalam menjalankan tugasnya, khususnya dalam menghadirkan contoh baik dalam wawancara. Hal ini disampaikannya dalam wawancara eksklusif terkait peran etika dalam dunia jurnalistik di era digital saat ini.

M. Nurullah RS, yang juga baru-baru ini dinobatkan sebagai Tokoh Pers Nasional pada HUT ke-3 PWDPI tahun lalu, menjelaskan bahwa kode etik jurnalistik yang berlaku di Indonesia mencakup sejumlah prinsip krusial.

“Prinsip seperti independensi, akurasi, keadilan, serta penghormatan terhadap privasi dan hak asasi manusia harus selalu menjadi pegangan,” Ujarnya pada Sabtu (17/1/2026).

Dalam konteks wawancara sebagai contoh baik, ia mengemukakan beberapa poin penting. Pertama, wartawan harus menunjukkan identitas diri dengan jelas kepada narasumber sebelum memulai wawancara, sebagai bentuk rasa hormat dan profesionalisme. Kedua, dalam proses pengumpulan informasi, harus dilakukan verifikasi yang cermat untuk memastikan keakuratan data yang diperoleh.

“Jangan terburu-buru untuk menyebarkan informasi sebelum dipastikan kebenarannya, karena kesalahan satu kata saja bisa memberikan dampak besar,” tegasnya.

Selain itu, M. Nurullah RS juga menekankan pentingnya memberikan kesempatan yang setara bagi narasumber untuk menyampaikan pandangan, serta tidak mencampurkan fakta dengan opini yang menghakimi.

“Kita sebagai wartawan harus berperan sebagai mediator yang netral, menghadirkan sisi-sisi berbeda secara seimbang agar masyarakat bisa mendapatkan gambaran yang utuh,” jelasnya.

Dalam menghadapi isu sensitiv seperti kasus hukum atau korban kejahatan, ia mengingatkan perlunya menjaga kerahasiaan identitas terkait pihak, sesuai dengan ketentuan dalam kode etik. “Kita harus menghormati martabat manusia dan hak privasi, kecuali jika informasi tersebut memiliki manfaat besar bagi kepentingan publik,” tambahnya.

Ketum PWDPI juga mengungkapkan bahwa organisasinya terus berupaya untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan kode etik jurnalistik di kalangan wartawan, terutama melalui berbagai kegiatan pelatihan dan diskusi.

“Kami berkomitmen untuk membangun generasi wartawan yang tidak hanya cakap dalam teknis pekerjaan, tetapi juga memiliki integritas dan kesadaran etis yang tinggi,” pungkasnya.(Tim Media Group PWDPI).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button